Ayo Lestarikan Badak Jawa!!!!

9 10 2007

RhinoCare, program konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sundaicus) WWF-Indonesia diperkenalkan kepada publik untuk pertama kali (soft launch) pada acara buka puasa bersama, Kamis 20 September di Jakarta. Program RhinoCare mengajak masyarakat, baik individu dan kelompok untuk terlibat aktif dalam konservasi Badak Jawa, dengan mengadopsinya secara simbolis.

“Sudah empat puluh tahun WWF bekerja di Taman Nasional Ujung Kulon. Program RhinoCare merupakan salah satu strategi untuk terus meningkatkan upaya konservasi di Ujung Kulon melalui pendanaan yang berkelanjutan atau sustainable financing,” papar Adhi Rachmat Hariyadi, Site Manager WWF-Indonesia proyek Ujung Kulon.

Program RhinoCare, yang bertujuan mendekatkan masyarakat lagsung dengan upaya konservasi badak jawa di ujung kulon ini memperkenalkan tujuh badak untuk diadopsi yaitu: Dablo, Euis, Jampang, Lulu dan Rara, Menul, dan Macho. Tiap orang atau kelompok akan mendapatkan sertifikat dan paket adopsi sebagai tanda keikutsertaan mereka untuk melestarikan badak jawa.

Ketujuh badak tersebut memiliki sifat yang bersahabat dan ramah. Karakter unik dan lucu ketujuh badak ini dapat juga ditemukan dalam berbagai produk, seperti kaos, stiker dan boneka. Membeli produk-produk RhinoCare merupakan salah satu cara untuk mendukung pelestariannya

Dukungan Masyarakat
Dana yang dihimpun dari Program RhinoCare akan digunakan untuk menjalankan kegiatan patroli dan pemantauan Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.”Adopsinya hanya bersifat simbolis, bukan berarti badaknya dipindahkan dari Taman Nasional,” kata Hariyadi.

Keterlibatan langsung masyarakat, baik orang per orang mau pun kelompok dalam upaya penyelamatan Bada Jawa, difasilitasi dalam tawaran berbagai paket adopsi yang terdiri dari paket adopsi basic, advanced, family, silver, gold dan platinum.

“Jadi misalnya ada kelompok anak sekolah A ingin mengambil paket adopsi manapun, mereka bisa saja mengumpulkan uangnya bersama-sama. Pada dasarnya pakat-paket ini dapat dipilih oleh siapa saja,” tambahnya.

Selain paket adopsi, Program RhinoCare juga merancang paket Name-A-Rhino. Dengan paket ini masyarakat berkesempatan untuk memberi nama badak hasil jepretan kamera, baik itu badak anak atau dewasa. Program direncanakan akan mulai bergulir tahun 2008. Sementara untuk paket wisata, mengamati badak secara langsung di habitatnya sedang dalam proses uji coba.

Si Pemalu yang terancam
Masalah yang dihadapi Badak Jawa saat ini adalah populasi yang stagnan, meski pun kegiatan perburuan sudah berhentu. Ditambah lagi ancaman dari ekosistem sekitar, seperti ketersediaan pakan yang menipis dan kompetisi ruang dengan dengan banteng.

“Perubahan iklim baik lokal, seperti yang terjadi saat letusan Gunung Tambora pada 1815, dan Krakatau, pada 1883 serta perubahan iklim global juga merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup Badak Jawa,” jelas Hariyadi.

Maka, program RhinoCare diluncurkan oleh WWF-Indonesia, sebagai program konservasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Semoga saja Lulu dan Rara, Euis, Jampang, Macho, Menul, dan Dablo banyak mendapatkan “keluarga” yang bersama-sama menjaga keberlangsungan hidup mereka.(dikutip dari wwf.or.id


Tindakan

Information

Satu tanggapan

1 06 2009
alamendah

Lestarikan badak, musnahkan si muka badak!

Tinggalkan komentar